When I join Kompetisi Smart Primagama :)
Selasa, 13 Desember 2011
Last kiss
I still remember the look on your face
Been through the darkness at 1:58
The words that you whispered for just us to know
You told me you loved me so why did you go away, go away
I do recall now the smell of the rain
Fresh on the pavement, I ran off the plane
That July 9th the beat of your heart
It jumps through your shirt, I can still feel your arms
But now I'll go sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips
I do remember the swing of your step
The life of the party, you're showing off again
And I roll my eyes and then you pulled me in
I'm not much for dancing but for you did
Because I loved your handshake, meeting my father
I love how you walk with your hands in your pockets
How you'd kiss me when I was in the middle of saying something
There's not a day I don't miss those rude interruptions
And I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips, ohh
So I'll watch your life in pictures like I used to watch you sleep
And I'll feel you forget me like I use to feel you breathe
And I'll keep up with our old friends just to ask them how you are
Hope it's nice where you are
And I hope the sun shines and it's a beautiful day
And something reminds you, you wish you had stayed
We can plan for a change in weather and time
I never planned on you changing your mind
So, I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
I never thought we'd ever last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips
Just like our last kiss, forever the name on my lips
Forever the name on my lips, just like our last
Been through the darkness at 1:58
The words that you whispered for just us to know
You told me you loved me so why did you go away, go away
I do recall now the smell of the rain
Fresh on the pavement, I ran off the plane
That July 9th the beat of your heart
It jumps through your shirt, I can still feel your arms
But now I'll go sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips
I do remember the swing of your step
The life of the party, you're showing off again
And I roll my eyes and then you pulled me in
I'm not much for dancing but for you did
Because I loved your handshake, meeting my father
I love how you walk with your hands in your pockets
How you'd kiss me when I was in the middle of saying something
There's not a day I don't miss those rude interruptions
And I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips, ohh
So I'll watch your life in pictures like I used to watch you sleep
And I'll feel you forget me like I use to feel you breathe
And I'll keep up with our old friends just to ask them how you are
Hope it's nice where you are
And I hope the sun shines and it's a beautiful day
And something reminds you, you wish you had stayed
We can plan for a change in weather and time
I never planned on you changing your mind
So, I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you miss
I never thought we'd ever last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips
Just like our last kiss, forever the name on my lips
Forever the name on my lips, just like our last
Minggu, 13 November 2011
persahabatan
“Ridhooo…. tungguin gue kenapa sih” pinta Tashia sambil mengejar Ridho. “Hahahaha makanya cepetan dikit kenapa sih. Jalan kok lama banget” kata Ridho sambil tertawa. “ih lo nya aja yang jalan cepet banget” omel Tashia yang ssudah berhasil mengejar Ridho. Mereka pun berjalan menuju ke kelas. Sesampainya dikelas. Holga, cewek paling genit dan centil di kelas melihat mereka massuk ke dalam kelas dengan tampang sinis. “Ih sok banget sih tu cewek” gumam holga.
Kriiiiing!!!!!!!!! Bel istirahat berbunyi. “Shia lo gak ke kantin?” Tanya ridho. “nggak dho. Gue nitip aja deh.” Jawab Tashia. “oke, roti yang biasa kan?” Tanya ridho lagi. Tashia menjawab dengan anggukan, dan ridho pun pergi ke kantin dengan temen-temannya. “Eh, Ridho tuh lucu ya. Jangan ada yang deketin dia yaa. Dia punya gue.” Kata Holga dengan suara yang keras. (lebih mirip teriakan sih). “Iya sih ga, tapi lo punya halangan tuh” kata winda sambil menatap tashia. “so what. Pede banget sih jadi orang” kata tashia dalam hati. “Nih shia” kata Ridho sambil menyodorkan roti. Tashia mengambil rotinya dari tangan Ridho.
Jam telah menunjukan pukul 13.00 waktunya pulang. Tapi berhubung kelas X-D (kelas Tashia dan Ridho) ada praktek pulang sekolah, jadi mereka belum pulang. Saat praktek winda menghampiri Tashia “lo gak satu kelompok sama Ridho?” Tanya winda ke Tashia. “nggak.” Jawab tashia singkat. “sebenernya sih gue gak ada alasan buat sebel sama lo. Ya tapi gue ikutan sebel aja sama lo. Lo suka sama ridho? Mending lo jauhin dia deh. Daripada lo kena masalah.” Kata winda. Tashia hanya diam dan tetap konsentrasi dengan percobaannya. Winda pun pergi. Dari belakang, Ridho mendengar semua perkataan winda. Dan menjadi cemas.
“Shia balik bareng gak?” Tanya Ridho saat mau pulang. “nggak dho gue balik sendiri aja.” Jawab Tashia. “Shia gue denger kok apa yang winda bilang ke elo. Tapi lo gak bakal jauhin gue karena hal itu kan. Gue sahabat lo shia. Dan gak aka nada yang bisa ngerubah itu.” Kata Ridho. “gue tau dho. Tapi apa mereka bakal ngerti. Lo juga sahabat gue. Tenang aja gue gak akan jauhin lo kok.” Ucap Tashia. “kalo gitu lo balik bareng gue, oke?” ajak Ridho. Tashia hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu mereka pun pulang.
Keesokan harinya Ridho menjegat winda di depan kelas dan mengajaknya bicara. “win, lo kenapa sih musuhin tashia kayak gitu. Emang dia salah apa sama lo? Gue denger kok omongan lo yang kemarin ke dia.” Tanya ridho kepada winda. “gue gak suka aja liat dia deket sama lo. Ya bukannya gue suka sama lo ya. Tapi tetep aja gak suka.” Jawab winda. “jadi Cuma karena itu? Lo ga inget dia udah mau nolongin lo waktu lo jatuh dari tangga tapi lo malah jutekin dia, dia gak pernah marah kan sama lo.” Ucap ridho. Winda terdiam. Dia mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat dia jatuh dari tangga. “gue harap lo pikirin itu baik-baik. Tashia gak seperti apa yang lo pikirin.” Lanjut Ridho. Lalu ridho menuju ke kelas meninggalkan winda yang masih terdiam.
Pulang sekolah winda menunggu tashia dan ridho di parkiran. Beberapa menit kemudian mereka muncul. “Shia gue mau ngomong sama lo.” Kata winda. Tashia mengikuti kemana winda pergi. Ridho hanya melihat ddari kejauhan.
“Shia maafin gue, gue tau gue salah. Gue udah kasar sama lo. Setelah gue piker-pikir, tindakan gue ternyata salah. Dan gue nyesel.” Pinta winda. Tashia terdian bingung. Tapi akhirnya dia berkata “gue udah lupain kok. Gue udah maafin lo. Lo tenang aja. Gue gak pernah marah sama lo.” Jawab tashia sambil tersenyum. Winda pun ikut tersenyum. Mereka berpelukan. Ridho yang melihat mereka dari kejauhan pun ikut tersenyum. “akhirnya selesai juga.” Gumam Ridho dalam hati. THE END
Kamis, 28 Juli 2011
Hate to miss someone~
one night i stand i remind of you
our hope and dream
tears in my eyes
when you gone so fast
when i realized you know i can be perfect
i fall from you
you make me like i can`t stand with you
you make me like i can`t live with you
i can`t hold your hand
so please don`t let me down
i miss your smile i miss your face
i need you hear i need your hugs
in every night in everyday
like you want me to be
i miss you voice i miss your laugh
i need yor hear i need your hug
in everynight in everyday
is you
you know everything is you
our hope and dream
tears in my eyes
when you gone so fast
when i realized you know i can be perfect
i fall from you
you make me like i can`t stand with you
you make me like i can`t live with you
i can`t hold your hand
so please don`t let me down
i try to be a stronger
when i know everything over
everytime i feel
everday i think
i never see you once again
i know i can`t be stronger
even i try to forget you
oh no i missing you
i need its you
so please dont make me feel like..
i keep you in my heart
i miss your smile i miss your face
i need you hear i need your hugs
in every night in everyday
like you want me to be
i miss you voice i miss your laugh
i need yor hear i need your hug
in everynight in everyday
is you
you know everything is you
Jumat, 22 Juli 2011
Short Story
Suatu hari seorang wanita menaangis saat pria yg ia cintai meninggalkannya demi wanita lain. Air matanya mengalir dengan deras. Hatinya begitu sakit dan terluka. Kemudian seorang pria datang menghampirinya, dan menghapus air matanya. "kenapa kau ada disini? kenapa kau selalu ada disaat aku menangis?" tanya wanita itu. Pria itu tersenyum dan menjawab "Apa kau tau? Tetes airmatamu, kesedihanmu adalah air mata dan kesedihan oraang yang mencintaimu. jika kau sedih, orang yang mencintaimu juga akan meraasa sedih.jangan kamu bersedih lagi. asal kau tau, sesuatu yang hilang darimu akan kembali lagi walau dengan wujud yang berbeda. Seperti kau saat ini, Cinta yang telah pergi darimu dan melukaimu, akan kembali dengan cinta yang baru dan akan membahagiakanmu." Pria itu berhenti bicara dan tetap tersenyum. wanita itupun ikut tersenyum dan berkata. "apakah itu benar? dan mengapa kau selalu datang saat aku sedih dan selalu menghapus airmataku?" pria itu menjawab "karna aku merassakan kesedihanmu. karena ak merasakan pedih hatimu.. dan.... karna aku mencintaimu.". wanita itupun tersentak. ia tidak menyangka bahwa orang yang telah menjadi sahabatnya itu ternyata sangat mencintainya. Pria itu melanjutkan kalimatnya "aku tidak ingin kau membalas peraasaan ku karna rassa tidak enak. aku ingin kau membalas ku karna kau benar2 mencintaiku. aku tau kau masih mencintainya. maka aku akan menunggu sampai kau melupakannya. sampai kau dapat menerimaku dan mencintaiku." wanita itu tersenyum. Ia sangat beruntung mempunyai seseorang yang sangat mencintainya. dan wanita itu hanya berkata "terimakasih". THE END :)
cinta yang kembali
Selama ini aku menutup diri dari cinta..
Mencoba mengumpulkan serpihan hati ini sendiri..
Mencoba menyatukannya lagi hanya dengan sebuah jiwa yang rapuh..
Tapi walau ku coba berkali-kali tak bisa aku mnyatukannya..
Saat bertemu ke merasakan kehangatan yang berbeda dari dirimu..
Aku bisa mencoba untuk membuka hati ku lagi..
Dan mempunyai mimpi,,
kau lah yang akan membantuku mengumpulkan serpihan hatiku..
dan menyatukannya lagi dengan cinta yang ada dalam hatimu..
Mencoba mengumpulkan serpihan hati ini sendiri..
Mencoba menyatukannya lagi hanya dengan sebuah jiwa yang rapuh..
Tapi walau ku coba berkali-kali tak bisa aku mnyatukannya..
Saat bertemu ke merasakan kehangatan yang berbeda dari dirimu..
Aku bisa mencoba untuk membuka hati ku lagi..
Dan mempunyai mimpi,,
kau lah yang akan membantuku mengumpulkan serpihan hatiku..
dan menyatukannya lagi dengan cinta yang ada dalam hatimu..
Kamis, 21 Juli 2011
(untitled)
Malam begitu sunyi
langit begitu gelap air yang menghitam
bulain berbentuk sabit seakan menertawaiku
saat dunia tau kau bukan milikku lagi
hari-hariku begitu kosong bak kertas putih
hatiku selalu menangiis
begitu kacau cara berpikirku
saat kau tak ada disisiku
mengapa aku tak bisa menerima kepergianmu?
walau ku selalu mencoba untuk melepasmu
mengapa aku selalu mencintaimu?
walau egoku selalu mencoba membencimu...
langit begitu gelap air yang menghitam
bulain berbentuk sabit seakan menertawaiku
saat dunia tau kau bukan milikku lagi
hari-hariku begitu kosong bak kertas putih
hatiku selalu menangiis
begitu kacau cara berpikirku
saat kau tak ada disisiku
mengapa aku tak bisa menerima kepergianmu?
walau ku selalu mencoba untuk melepasmu
mengapa aku selalu mencintaimu?
walau egoku selalu mencoba membencimu...
Langganan:
Komentar (Atom)


