“Ridhooo…. tungguin gue kenapa sih” pinta Tashia sambil mengejar Ridho. “Hahahaha makanya cepetan dikit kenapa sih. Jalan kok lama banget” kata Ridho sambil tertawa. “ih lo nya aja yang jalan cepet banget” omel Tashia yang ssudah berhasil mengejar Ridho. Mereka pun berjalan menuju ke kelas. Sesampainya dikelas. Holga, cewek paling genit dan centil di kelas melihat mereka massuk ke dalam kelas dengan tampang sinis. “Ih sok banget sih tu cewek” gumam holga.
Kriiiiing!!!!!!!!! Bel istirahat berbunyi. “Shia lo gak ke kantin?” Tanya ridho. “nggak dho. Gue nitip aja deh.” Jawab Tashia. “oke, roti yang biasa kan?” Tanya ridho lagi. Tashia menjawab dengan anggukan, dan ridho pun pergi ke kantin dengan temen-temannya. “Eh, Ridho tuh lucu ya. Jangan ada yang deketin dia yaa. Dia punya gue.” Kata Holga dengan suara yang keras. (lebih mirip teriakan sih). “Iya sih ga, tapi lo punya halangan tuh” kata winda sambil menatap tashia. “so what. Pede banget sih jadi orang” kata tashia dalam hati. “Nih shia” kata Ridho sambil menyodorkan roti. Tashia mengambil rotinya dari tangan Ridho.
Jam telah menunjukan pukul 13.00 waktunya pulang. Tapi berhubung kelas X-D (kelas Tashia dan Ridho) ada praktek pulang sekolah, jadi mereka belum pulang. Saat praktek winda menghampiri Tashia “lo gak satu kelompok sama Ridho?” Tanya winda ke Tashia. “nggak.” Jawab tashia singkat. “sebenernya sih gue gak ada alasan buat sebel sama lo. Ya tapi gue ikutan sebel aja sama lo. Lo suka sama ridho? Mending lo jauhin dia deh. Daripada lo kena masalah.” Kata winda. Tashia hanya diam dan tetap konsentrasi dengan percobaannya. Winda pun pergi. Dari belakang, Ridho mendengar semua perkataan winda. Dan menjadi cemas.
“Shia balik bareng gak?” Tanya Ridho saat mau pulang. “nggak dho gue balik sendiri aja.” Jawab Tashia. “Shia gue denger kok apa yang winda bilang ke elo. Tapi lo gak bakal jauhin gue karena hal itu kan. Gue sahabat lo shia. Dan gak aka nada yang bisa ngerubah itu.” Kata Ridho. “gue tau dho. Tapi apa mereka bakal ngerti. Lo juga sahabat gue. Tenang aja gue gak akan jauhin lo kok.” Ucap Tashia. “kalo gitu lo balik bareng gue, oke?” ajak Ridho. Tashia hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu mereka pun pulang.
Keesokan harinya Ridho menjegat winda di depan kelas dan mengajaknya bicara. “win, lo kenapa sih musuhin tashia kayak gitu. Emang dia salah apa sama lo? Gue denger kok omongan lo yang kemarin ke dia.” Tanya ridho kepada winda. “gue gak suka aja liat dia deket sama lo. Ya bukannya gue suka sama lo ya. Tapi tetep aja gak suka.” Jawab winda. “jadi Cuma karena itu? Lo ga inget dia udah mau nolongin lo waktu lo jatuh dari tangga tapi lo malah jutekin dia, dia gak pernah marah kan sama lo.” Ucap ridho. Winda terdiam. Dia mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat dia jatuh dari tangga. “gue harap lo pikirin itu baik-baik. Tashia gak seperti apa yang lo pikirin.” Lanjut Ridho. Lalu ridho menuju ke kelas meninggalkan winda yang masih terdiam.
Pulang sekolah winda menunggu tashia dan ridho di parkiran. Beberapa menit kemudian mereka muncul. “Shia gue mau ngomong sama lo.” Kata winda. Tashia mengikuti kemana winda pergi. Ridho hanya melihat ddari kejauhan.
“Shia maafin gue, gue tau gue salah. Gue udah kasar sama lo. Setelah gue piker-pikir, tindakan gue ternyata salah. Dan gue nyesel.” Pinta winda. Tashia terdian bingung. Tapi akhirnya dia berkata “gue udah lupain kok. Gue udah maafin lo. Lo tenang aja. Gue gak pernah marah sama lo.” Jawab tashia sambil tersenyum. Winda pun ikut tersenyum. Mereka berpelukan. Ridho yang melihat mereka dari kejauhan pun ikut tersenyum. “akhirnya selesai juga.” Gumam Ridho dalam hati. THE END

